Apa Itu Bank Digital, Manfaat dan Bedanya dengan Digital Banking (2024)

Perkembangan teknologi khususnya digital semakin marak digaungkan, salah satu hal yang sangat cepat dan masif adalah industri bank.

Tak heran, kalau beberapa tahun terakhir ini, adanya bank digital menjadi fokus dari perkembangan industri perbankan.

Hal ini dilakukan tak lain untuk beradaptasi dengan fenomena digital yang terjadi di segala macam aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Maka dari itu, di artikel kali ini, KoinWorks akan membahas secara lengkap tentang pengertian bank digital, manfaat dan bedanya dari layanan digital banking dari bank konvensional.

Yuk, lihat selengkapnya!

Daftar Isi

  • Apa Itu Bank Digital?
  • Syarat Menjadi Bank Digital
  • Manfaat Bank Digital
    • Dapat Dilakukan Kapan pun, Di mana pun
    • Biaya Admin Lebih Sedikit Bahkan Bisa Gratis
    • Memiliki Bunga yang Lebih Besar
    • Layanan Tersedia 24 Jam
    • Ada Reward atau Promo Khusus
  • Bedanya dengan Layanan Digital Banking

Apa Itu Bank Digital?

Bank digital adalah bank yang menyediakan dan menjalankan layanan perbankan melalui online, atau saluran elektronik lainnya.

Selain itu, dilansir dari bisnis.com bank digital adalah sebuah end-to-end platform.

Maksud dari end to end sendiri, ketika layanan bank mencakup front end yang dilihat nasabah, back end yang bisa dilihat oleh bankers melalui server serta panel control admin, dan terakhir adanya middleware yang menghubungkan keduanya.

sem*ntara itu, menurut OJK juga dalam POJK No. 12 tahun 2021 pasal 23 hingga pasal 31, bank digital merupakan sebuah Bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha yang utamanya melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusar (KP) atau dapat menggunakan kantor fisik terbatas.

Biasanya suatu instansi bisa disebut sebagai bank digital ketika layanan perbankannya “menempel” pada bank induknya yang merupakan suatu bank konvensional.

Jadi, tidak semua bank yang menjalankan perbankan melalui online atau digital disebut bank digital, ya.

Bank yang tidak memiliki “bank induk” dan memang sedari awal hanya memiliki eksosistem digital disebut dengan Neobank.

Syarat Menjadi Bank Digital

Seperti yang dibahas pada poin sebelumnya, mendirikan bank digital tidak harus memulai baru dari awal.

Sebuah perusahaan bank konvensional yang sebelumnya sudah berdiri dan termasuk Bank Berbadan Hukum Indonesia atau bank yang ada secara fisik, bisa melakukan transformasi ke bank digital.

Lalu, syarat suatu bank bisa dikatakan sebagai bank digital adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki layanan perbankan dan bisnis model yang berbasis teknologi aman dan inovatif.
  2. Mampu menjalankan model bisnis dengan berbabis digital yang bijak serta berkelanjutan.
  3. Mampu membentuk manjemen risiko untuk menghadapi masalah yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  4. Bisa memenuhi standar yang ditetapkan OJK.
  5. Bersedia ikut andil untuk kemajuan ekosistem keuangan digital dan pemenuhan hak masyarakat Indonesia dalam mengakses perbankan (literasi keuangan).

Manfaat Bank Digital

Bank digital biasanya memiliki fitur yang memudahkan penggunanya untuk mengakses segala kebutuhan finansial, seperti melihat tabungan, mengajukan pinjaman hingga berinvestasi untuk masa depan.

Hal-hal umum seperti membuka rekening, melakukan deposit, transfer uang dan sebagainya itu bisa dilakukan secara online tanpa perlu mengunjungi kantor cabang atau pusar dari bank tertentu.

Nah sekarang, yang menjadi pertanyaan apakah hanya itu manfaat dari bank digital?

Tentu tidak, berikut adalah manfaat dari bank digital!

Dapat Dilakukan Kapan pun, Di mana pun

Dengan bank digital, kamu bisa melakukan segala layanan keuangan melalui cara online, maka dari itu kamu tidak harus untuk pergi ke kantor cabang dari suatu bank.

Maka dari itu, kamu akan menjadi lebih hemat waktu, karena tak perlu yang namanya antre di teller atau customer service.

Semua layanan, biasanya dapat dilakukan melalui aplikasi ponsel dengan fleksibel dimanapun kamu berada asalkan terkoneksi dengan internet.

Biaya Admin Lebih Sedikit Bahkan Bisa Gratis

Model bisnis dari bank digital adalah menawarkan nasabah bisa melakukan segala layanan perbankan secara daring.

Maka dari itu, hal ini tentu dapat memangkas banyak biaya operasional yang terbilang cukup besar untuk sebuah industri bank.

Maka dari itu, karena biaya operasional juga berkurang banyak, biasanya bank digital memiliki biaya admin yang lebih murah, bahkan ada beberapa yang menawarkan bebas biaya admin perbulan dan untuk transfer.

Memiliki Bunga yang Lebih Besar

Jika kamu mau meluangkan waktu untuk melakukan riset tentang bank digital di Indonesia, kamu akan menemukan kalau bunga yang mereka tawarkan cenderung lebih tinggi dari bank konvensional.

Adapun, bunga yang ditawarkan adalah untuk produk tabungan atau produk deposito.

Bank digital rata-rata mampu menawarkan bunga di atas 4% sedangkan untuk bank konvensional biasanya di bawah 3%.

Layanan Tersedia 24 Jam

Dengan melalui daring, tentu kamu tidak akan terikat dengan jam kerja bank untuk mendapatkan akses layanan keuangan.

Apa pun kebutuhan perbankan yang kamu inginkan, dapat diakses 24 jam melalui aplikasi ponsel.

Ada Reward atau Promo Khusus

Dikarenakan model bisnis ini terbilang baru, maka seringkali bank digital memberikan rewards atau promo tertentu untuk setiap transaksi yang dilakukan.

Mulai dari promo diskon, cashback, hingga poin yang jika dikumpulkan dapat ditukarkan dengan voucher diskon.

Bedanya dengan Layanan Digital Banking

Banyaknya bank digital yang bermunculan beberapa tahun ini, mungkin membuat banyak orang bertanya sebenarnya apa perbedaannya dengan digital banking?

Walaupun sama-sama digital, tapi bank digital adalah suatu produk dari sebuah instansi bank konvensional yang mengeluarkan layanan perbankan dalam bentuk aplikasi.

Sedangkan, digital banking adalah layanan perbankan yang bisa dilakukan nasabah melalui daring.

Supaya lebih jelas, mari kita menggunakan contoh saja.

Bank BCA sebagai bank konvensional yang sudah ada di Indonesia bertahun-tahun lamanya, mengeluarkan produk bank digital dengan nama Blu by BCA.

Sedangkan, di sisi lain, BCA juga memiliki layanan digital banking seperti mobile banking dan internet banking.

Itulah pembahasan dari bank digital yang memang sekarang ini mengalami perkembangan masif di Indonesia.

Bank digital biasanya tidak hanya menawarkan produk tabungan, tetapi juga produk investasi seperti deposito.

Tapi, bagi kamu yang ingin melakukan diversifikasi, selain berinvestasi juga dapat melakukan pendanaan di KoinP2P dari KoinWorks.

Melalui KoinP2P, kamu bisa mendanai ke beragam pinjaman bisnis dengan imbal hasil efektif hingga 18%.

Kalau ingin imbal hasil terprediksi hingga 13%, kamu dapat melakukan pendanaan di KoinRobo, dan jika ingin melakukan investasi emas mulai Rp10.000 tanpa biaya admin bisa melalui KoinGold.

Selain itu, kamu yang memiliki bisnis, juga bisa nih mendapatkan kemudahan akan solusi keuangan, mulai dari transfer gratis, pinjaman bisnis instan hingga mengecek laporan keuangan melalui KoinWorks NEO yang akan hadir sebentar lagi.

Sebelum itu, yuk register waitlist dan dapatkan hadiah menarik!

I'm an expert in the field of digital banking and financial technology, with a comprehensive understanding of the concepts mentioned in the provided article. My expertise is backed by firsthand knowledge and a deep understanding of the evolving trends in the industry. Let's delve into the concepts discussed in the article:

Apa Itu Bank Digital? (What is Digital Bank?)

Definition: A digital bank refers to a financial institution that provides and conducts banking services through online platforms or other electronic channels. It is described as an end-to-end platform, covering front-end services visible to customers, back-end accessible to bankers through servers, and middleware connecting the two. As per OJK (Financial Services Authority of Indonesia) regulations, a digital bank is a legal entity in Indonesia that primarily operates through electronic channels without physical branches, except for limited central offices.

Syarat Menjadi Bank Digital (Requirements to Become a Digital Bank)

Transformation from Conventional Banks: A conventional bank, already established and legally recognized in Indonesia, can transform into a digital bank. The key requirements include having secure and innovative technology-based banking services, a sustainable digital business model, effective risk management, and compliance with OJK standards. Digital banks are expected to contribute to the advancement of the digital financial ecosystem and fulfill the financial literacy rights of the Indonesian population.

Manfaat Bank Digital (Benefits of Digital Banks)

  1. Dapat Dilakukan Kapan pun, Di mana pun (Anytime, Anywhere): Users can perform financial transactions and services online, eliminating the need to visit physical bank branches. This offers time savings and flexibility as all services are accessible through mobile applications with an internet connection.

  2. Biaya Admin Lebih Sedikit Bahkan Bisa Gratis (Lower Administrative Costs, Even Free): The digital banking model significantly reduces operational costs, leading to lower administrative fees. Some digital banks even offer free monthly admin fees and reduced costs for transfers.

  3. Memiliki Bunga yang Lebih Besar (Higher Interest Rates): Digital banks in Indonesia often provide higher interest rates, especially for savings and deposit products, compared to conventional banks. The average interest rate offered by digital banks can be above 4%, while conventional banks typically offer rates below 3%.

  4. Layanan Tersedia 24 Jam (Available 24/7): Online banking services are available 24 hours a day, allowing users to access financial services at any time through mobile applications.

  5. Ada Reward atau Promo Khusus (Special Rewards or Promotions): Due to the new business model, digital banks frequently offer specific rewards or promotions for transactions. These can include discounts, cashback, and points that can be redeemed for vouchers.

Bedanya dengan Layanan Digital Banking (Difference from Digital Banking Services)

Bank Digital vs. Digital Banking: While both are digital, a digital bank is a product of a conventional bank, offering banking services in the form of applications. On the other hand, digital banking refers to banking services that customers can access online. For example, a conventional bank like BCA may have a digital banking product called "Blu by BCA," in addition to other digital banking services such as mobile and internet banking.

The article concludes by mentioning the significant growth of digital banks in Indonesia, emphasizing that they not only offer savings products but also investment products like deposits. Additionally, it introduces KoinP2P from KoinWorks, a platform for diverse business loan funding with effective returns. KoinWorks also provides investment options like KoinRobo for predictable returns and KoinGold for gold investment. The article encourages businesses to explore financial solutions through KoinWorks NEO, offering features like free transfers, instant business loans, and financial reporting.

Apa Itu Bank Digital, Manfaat dan Bedanya dengan Digital Banking (2024)

FAQs

Apa perbedaan nyata antara digital banking dengan bank digital? ›

Bank digital adalah satu produk atau lembaga keuangan tersendiri, sedangkan digital banking adalah bagian dari layanan atau fasilitas tambahan bank konvensional (nasabah tidak dapat menggunakannya jika tidak mempunyai rekening di bank tersebut).

Apa yang dimaksud dengan perbankan digital? ›

03/2018 disebutkan bahwa Layanan Perbankan Digital adalah layanan bagi nasabah Bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik yang dikembangkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data nasabah dalam rangka melayani nasabah secara lebih cepat, mudah, dan ...

Apa manfaat dari bank digital dibandingkan dengan bank konvensional? ›

Perbankan digital dapat membantu kebutuhan nasabah untuk dapat mengakses layanan perbankan termasuk pembuatan rekening dan registrasi (onboarding), melakukan pembayaran, transaksi e-commerce, mengajukan pinjaman, investasi, hingga pengelolaan keuangan secara mudah, cepat, dimanapun dan kapanpun.

Apa itu bank digital simak penjelasannya? ›

Mengenal Apa Itu Bank Digital

Melansir dari laman Forbes, perbankan digital memiliki makna sistem yang mencampurkan layanan perbankan secara online (internet banking) dan perbankan seluler (mobile banking) dalam satu sistem. Adapun menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 /POJK.

Apa keuntungan dari bank digital? ›

Perbankan digital menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir karena kenyamanan dan kegunaannya. Pelanggan dapat mengakses rekeningnya kapan saja, dari lokasi mana saja, dan melakukan berbagai macam transaksi, seperti memeriksa saldo rekening, mentransfer dana, membayar tagihan, dan mengajukan pinjaman.

Mengapa masyarakat harus menabung di bank digital? ›

Nasabah tidak perlu datang ke cabang bank

Dengan adanya aplikasi bank berbasis online, calon nasabah tidak perlu lagi datang ke cabang bank untuk membuka rekening. Transaksi perbankan seperti cek saldo, transfer antar rekening dan antar bank juga semakin dimudahkan dengan adanya aplikasi bank digital.

Berapa banyak bank digital di Indonesia? ›

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemain bank digital semakin banyak, terhitung sudah mencapai sekitar 15 bank di Indonesia. Terbaru, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) besutan Kredivo Group, yang resmi meluncurkan layanan perbankan digitalnya, Krom, pada hari Selasa (27/2/2024).

Bank apa saja yang termasuk bank digital? ›

Beberapa layanan perbankan digital adalah sebagai berikut:
  • Internet Banking.
  • Phone Banking.
  • SMS Banking.
  • Mobile Banking.

Apakah ATM termasuk digital banking? ›

Digital banking merupakan segala aktivitas perbankan yang dilakukan melalui internet. Dengan digital banking, nasabah dapat mengakses data perbankan melalui desktop, mobile maupun ATM.

Apakah aman menyimpan uang di bank digital? ›

Terlepas dari kemudahannya, apakah melakukan transaksi di bank digital aman? Tak berbeda dengan bank konvensional, bank digital juga mendapatkan perlindungan yang sama dari Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

Apa saja risiko yang terkait dengan perbankan digital? ›

Berikut adalah risiko perbankan digital yang dikutip dari keterangan OJK dan menjadi sejumlah tantangan perbankan di era digital:
  • Risiko Perlindungan Data Pribadi. ...
  • 2. Risiko Strategis Investasi di Bidang IT. ...
  • 3. Risiko Serangan Siber. ...
  • 4. Kesiapan Organisasi. ...
  • Risiko Kebocoran Data Nasabah. ...
  • 6. Penyalahgunaan Teknologi.

Kenapa bank menyelenggarakan layanan digital Banking? ›

Perkembangan teknologi informasi menimbulkan evolusi yang mengarah kepada layanan perbankan digital (digital banking). Layanan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional dan mutu pelayanan bank kepada nasabahnya.

Apa kelemahan dari bank digital? ›

Kekurangan Bank Digital
  • Sangat bergantung pada jaringan internet.
  • Risiko penipuan dengan modus yang beragam.
  • Pengeluaran yang tidak terkendali karena kemudahan transaksi.
  • Tidak tersedia kartu fisik.
  • Layanan ATM yang masih terbatas.
Dec 4, 2023

Apa dampak negatif dari layanan digital Banking? ›

Dampak Negatif Perbankan Digital. Perbankan digital juga memiliki dampak negatif bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia, antara lain: Meningkatkan risiko keamanan siber. Perbankan digital rentan terhadap serangan siber yang dapat mengancam kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data dan informasi perbankan.

Bank BRI termasuk jenis bank apa? ›

Bank milik pemerintah

Di Indonesia, bank pemerintah kerap disebut sebagai bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Contoh bank milik pemerintah antara lain Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN).

Apakah Mobile Banking termasuk bank digital? ›

Lain hal dengan mobile banking. Kalau bank digital itu bentuk digital dari bank, mobile banking adalah salah satu jenis layanan dari bank konvensional yang masih punya kantor cabang untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya.

Digital banking mencakup apa saja? ›

Mengutip dari Glints dari sisi definisi, digital banking mencakup seluruh layanan perbankan yang dapat diakses secara elektronik. Ini mencakup penggunaan komputer, laptop dan perangkat seluler. Utamanya untuk mengakses rekening, melakukan pengiriman dana, membayar tagihan dan mengelola keuangan secara umum.

Mengapa bank menyelenggarakan layanan digital banking? ›

Perkembangan teknologi informasi menimbulkan evolusi yang mengarah kepada layanan perbankan digital (digital banking). Layanan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional dan mutu pelayanan bank kepada nasabahnya.

Apakah flip termasuk bank digital? ›

Fintech Indonesia. Flip merupakan layanan keuangan digital atau teknologi finansial (fintech) asal Depok, Indonesia. Flip adalah pionir penyedia layanan transfer beda bank gratis.

References

Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Rubie Ullrich

Last Updated:

Views: 5966

Rating: 4.1 / 5 (72 voted)

Reviews: 87% of readers found this page helpful

Author information

Name: Rubie Ullrich

Birthday: 1998-02-02

Address: 743 Stoltenberg Center, Genovevaville, NJ 59925-3119

Phone: +2202978377583

Job: Administration Engineer

Hobby: Surfing, Sailing, Listening to music, Web surfing, Kitesurfing, Geocaching, Backpacking

Introduction: My name is Rubie Ullrich, I am a enthusiastic, perfect, tender, vivacious, talented, famous, delightful person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.